Pada hari ini Rabu 12 Oktober 2016, telah ditandatangani MoU antara Universitas Balikpapan dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kaltim. Penandatangan dilakukan oleh Rektor Universitas Balikpapan Dr. Piatur Pangaribuan, A.Md, S.H., M.H., C.L.A. dengan Ketua KPID Kaltim Suarno. Penandatanganan berlangsung di Kampus Universitas Balikpapan dikuti oleh Pembantu Rektor I dan II, Dekan Fakultas Satra Jeffri Nainggolan, Kaprodi dan Wakil Dekan Fakultas Sartra dan Ka. Biro Admisi dan Kerjasama. Sementara Unsur KPID selain Ketua, Bpk Suarno juga didampingi oleh Wakil Ketua, Koordinator Bid. Pengawasan Isi Siaran dan Bidang Perizinan. Dengan penandatanganan MoU ini maka Universitas Balikpapan dan KPID Kaltim akan bekerjasama dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menindak lanjuti penandatanganan MoA dengan Fakultas Sastra dalam bidang literasi dan pemantauan isi siaran baik Radio, TV dan media siaran lainnya.

Lomba menulis, khusunya adalah lomba karya tulis barangkali banyak diselenggarakan oleh berbagai pihak salah satunya pada kesempatan kali ini adalah Bank Indonesia atau yang lebih dikenal dengan singkatan BI. BI pada tahun 2016 ini menyelenggarakan lomba karya tulisdengan total hadiahnya 40 Jt. Hadiah cukup fantastis memang, sebab dengan hadiah tersebut tentunya menjadi motivasi tersendiri bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi. Lomba Karya Tulis dari BI 2016 ini mengangkat tema sebagai berikut:

“Mendorong Implementasi Redenominasi untuk Peningkatan Efisiensi dan Daya Saing Ekonomi Indonesia”

Sub tema yang bisa menjadi pilihan dalam lomba tersebut, sebagai berikut:

  • Mendorong Implementasi Redenominasi untuk Peningkatan Efisiensi Ekonomi Indonesia.
  • Mendorong Implementasi Redenominasi untuk Peningkatan Daya Saing Ekonomi Indonesia.
  • Redenominasi untuk Membangun Persepsi bahwa Mata Uang Rupiah Mampu Bersaing dengan Mata Uang Negara ASEAN lainnya.
  • Redenominasi Bukan Sanering.
  • Kesiapan Teknologi Informasi Lembaga Keuangan saat Implementasi Redenominasi.
  • Kesiapan Sosial, Budaya, Politik dan Perekonomian Domestik dan Global untuk Penerapan Redenominasi di Indonesia.
  • Pentingnya Redenominasi di Era E-commerce dan Digital.

Deadline pendaftaran lomba sampai dengan tanggal 30 September 2016 dengan pengumuman lomba Tanggal 10 Oktober 2016 Syarat dan Ketentuan Lomba

  • Lomba karya tulis ini hanya terbuka bagi akademisi, yaitu mahasiswa dan dosen di seluruh universitas yang ada di Indonesia, dari sabang sampai meroke
  • Karya tulis bisa perseorangan atau kelompok
  • Pendaftaran lomba ini gratis, tidak ada biaya pendaftaran
  • Lomba karya tulis ini juga no plagiat
  • No Sara
  • No Pornografi
  • Karya Tulis harus sesuai dengan tema yang telah ditentuakan
  • Tidak boleh melebih deadline pendaftaran, yakni sampai pada tanggal 30 September 2016
  • Lomba karya tulis ini juga tertutup bagi pegawai Bank Indonesia dan pihak yang terafiliasi dengan Bank Indonesia
  • Bagi Pendafar, wajib mengisi formulir pendaftaran DISINI
  • Pendaftar lomba juga wajib mengisi suarat pernytaan keasliaan naskah, DISINI
  • Keputusan dewan juri tidak dapat dianggu gungat

Hadiah Lomba Hadiah lomba karya tulis akan dipilih 5 peserta yang layak untuk menang dengan memperbutkan hadiah total 40 Jt Informasi selengkapnya tentang lomba ini dapat langsung bertanya kepada melalui nomor telepon (021) 131 atau email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. . Untuk pengiriman nakah karya tulis dapat dilakukan melalui email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. Sumber Informasi lomba bisa melihat pada alamat websaite resmi BI di link http://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/Pages/BI-Adakan-Lomba-Karya-Ilmiah-untuk-Dosen-dan-Mahasiswa.aspx

KEMITRAAN: Rendi S Ismail, S.E., S.H., M.H., didampingi Prof Dr Ir Idianoor Mahyudin (kanan), dan Direktur Unimas Internasional Prof Dr Souba Rethinasamy, saat menandatangani naskah kerja sama Uniba-Unimas, di Kuching, Malaysia. (ist) Universitas Balikpapan (Uniba) menandatangani memorandum of understanding (MoU/nota kesepahaman) dengan Lincoln University College. Tak hanya itu. MoU juga dilakukan dengan Universitas Malaysia Sarawak (Unimas). Nota kesepahaman dengan dua universitas dari negeri jiran itu dihelat akhir Juli 2016, di Kuching. Kerja sama yang diteken Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi (Yapenti) Dharma Wirawan Uniba, Rendi Susiswo Ismail, S.E., S.H., M.H. itu, mencakup banyak hal

. "ADA pengiriman mahasiswa dan dosen Uniba ke Lincoln University College, untuk program magister (S-2) maupun doktor (S-3). Juga, kerja sama pertukaran dosen kedua perguruan tinggi," kata Rendi di ruang kerjanya di Kampus Uniba, Balikpapan, kemarin. Uniba yang berdiri 1 Juli 1981 saat ini memang berkembang sangat pesat. Kampus ini telah menjadi tujuan utama lulusan SMA sederajat melanjutkan kuliah. Kolaborasi dengan dua universitas negeri terbesar di negeri jiran itu merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas lulusan akademik. "Kemitraan ini tidak sebatas penguatan bidang akademisi terkhusus Uniba, tetapi menangani bidang manajemen pengelolaan perguruan tinggi," tutur Rendi. Kesepakatan dengan Lincoln University College -- universitas swasta terbesar di Malaysia -- dilakukan di sela-sela Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) XI wilayah Kalimantan, di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kalbar, 27 Juli 2016. Saat meneken draf perjanjian saling menguntungkan itu, Rendi didampingi Koordinator Kopertis XI wilayah Kalimantan Prof Dr Ir Idianoor Mahyudin, dan Direktur Unimas Prof Dr Souba Rethinasamy. Sementara itu, penandatanganan bersama Unimas diteken di kampus berstatus negeri tersebut pada 29 Juli 2016 di Kuching. Diungkapkan, Uniba-Unimas sepakat melakukan pertukaran mahasiswa, dan kerja sama riset. Utamanya dilakukan penguatan pada penelitian yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Ia mengaku bangga bisa menggandeng Unimas yang mahasiswanya datang dari 59 negara di dunia. Luas lahan kampus Unimas ini mencapai 1.080 hektare yang di atasnya dibangun berbagai sarana penunjang perkuliahan yang mendukung peningkatan sumber daya manusia. "Uniba segera melakukan memorandum action secara teknis dibahas bersama, dalam waktu dekat ini," ujar Rendi. Kabar menggembirakan juga muncul dari penandatanganan kerja sama ini. Lincoln University College dan Unimas memberi beasiswa penuh kepada mahasiswa Indonesia dengan syarat tertentu. Beasiswa yang sama juga diberikan Uniba kepada mahasiswa yang mendaftar tahun ini. Nama-nama mahasiswa Uniba penerima beasiswa dapat dilihat dalam grafis. "Ada 36 mahasiswa baru penerima beasiswa prestasi untuk berkuliah di Uniba. Rinciannya, 33 dari Balikpapan, dan tiga dari Penajam Paser Utara. Ini, bentuk kepedulian Uniba kepada mereka yang berprestasi saat menempuh pendidikan SMA," katanya. Untuk menjaga mutu, Uniba melakukan penerimaan mahasiswa baru dengan sistem ketat yang dimulai tahun ini. Cara itu ditempuh menyesuaikan rasio jumlah mahasiswa dan dosen. Di luar Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Bahasa dan Ekonomi, seluruh jurusan program studi (prodi) habis diminati mahasiswa. Ini membuktikan, hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru yang ketat itu menguntungkan, Uniba terbukti jadi tujuan utama kuliah. Tercatat, hampir seluruh sekolah favorit di wilayah ini lulusannya kuliah ke Uniba. "Nilai lulusan mereka bagus-bagus, dan mereka kuliahnya di sini (Uniba)," katanya. Pj Rektor Uniba Dr Drs H Kadarsyah MH menambahkan, kerja sama juga mencakup dukungan kedua perguruan tinggi di Malaysia itu untuk pembukaan Fakultas Kedokteran di Uniba. Di luar itu, kerja sama lebih spesifik jurusan pertanian. "Kami segera mengundang Lincoln dan Unimas datang kemari untuk membicarakan kerja sama lebih konkret," kata Kadarsyah, menandaskan. (sos/ari/far/k15)